Jumat, 22 Oktober 2010

vakum....?

dah luama banget nggak nulis sesuatu karena tersibukkan oleh rutinitas...pekerjaan rumah yang nggak ada habis2na, kerjaan kantor (PR dari wakakur aja blm kelar2,ngecek emailnya anak2...eh adaa aja yang telat ngirim email,"ngopeni" 4 siswa yang dg mereka2 aku berharap akan ada siswa2 yg bisa dibanggakan ortu ttg akademiknya) ngurusi 2 pelita hati yang masih terbilang sangat rewel karena masih balita...wuaaah kyk super sibuk aja, hehe.
   Oke deh...mulai menuliiiis graaakkk....nih judulnya adalah....BIRRUL WALIDAIN atau berbakti kepada kedua orang tua.
Sematang apapun usia kita,tetep aja birrul walidain menjadi kewajiban. Bersyukurlah kita yang udah memasuki usia 30-an ke atas tetep dikauniai Allah dengan masih berkesempatan bertemu,bercengkerama bahkan membaktikan secuil waktu untuk orang tua...alhamdulillah ya Rabb...
Saya pernah mendengarkan ustadz dalam ceramahnya bahwa sebesar apapun harta yang telah kita pergunakan untuk kepentingan ortu,itu masih belum impas jika dipake untuk membayar segenap cucuran keringat,jerih payah, jasa atau apa saja istilah yang lebih pantas atas upaya ortu membesarkan kita...mulai dari ibu ketika mengandung,penderitaan yang dialaminya dengan luar biasa ibu menyingkirkan segala rasa tidak nyamannya saat perut udah mulai membuncit...masyaallah,begitu melahirkan ibu berjuang meregang nyawa, antara hidup dan mati demi kelahiran sang jabang bayi....subhanallaah...sungguh luar biasa!!begitu kita lahir,di didik,dirawat.......(tak sanggup saya menghitung semua jasa2 beliau). Pantaslah jika dikatakan bahwa " Ridlo Allah tergantung pada ridlo kedua orang tua kita, dan kemurkaan Allah juga tergantung pada kemurkaan ortu kita".
Mari kita berbuat sebaik2 perbuatan terhadap ortu, mumpung kita masih diberikan kesempatan untuk "membayar" sedikiiit jasa beliau...karena kalau beliau sudah tiada atau salah satu dari beliau meninggal,hanya penyesalan yang kita dapatkan.Mari kita berhati-hati dalam berbuat agar tidak membuat orang tua menyesal telah melahirkan kita, bahkan jangan sampai kita ber-"polah" hingga membuat orang tua "kepradah"...naudzubillah. Mari kita selalu berdoa dan berusaha agar kita bisa menjadi anak yang selalu dibanggakan orang tua, karena hanya anak sholih/sholihah yang bisa mengantarkan amal yang tiada pernah putus ketika orang tua sudah tiada.
Rabbanaa hablana min azwajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a'yun wa jaalna lil muttaqiina imaamaa, amiin



.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar